Posts‎ > ‎

Announcement

posted May 12, 2016, 5:53 AM by Harry Kurniawan

Melanjutkan pemberitahuan kami pada tanggal 3 Mei 2016 yang lalu, perihal insiden yang melibatkan beberapa siswa dan seorang guru Agama Budha, dengan ini kami sampaikan bahwa kasus tersebut sudah ditangani dengan baik melalui mediasi dengan pihak-pihak yang terkait dan guru yang bersangkutan telah dinonaktifkan.

Perlu kami informasikan bahwa mediasi apapun yang dilakukan oleh sekolah Chandra Kusuma sangat bersifat tertutup, rahasia dan bukan untuk konsumsi publik. Karena itu kami sangat menyayangkan tersebarnya video mediasi antara guru dan orangtua oleh oknum yang tidak bertanggung jawab sehingga menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Untuk itu kami perlu mengklarifikasi beberapa hal berikut ini :

1. Sekolah Chandra Kusuma selalu mengedepankan azas transparansi dalam menghadapi kasus apapun sehingga tidak pernah menutup-nutupi dan memberi kesempatan kepada pihak yang bertikai untuk memberikan klarifikasi langsung. Peristiwa mediasi dimana orangtua dipertemukan dengan guru tersebut sudah melalui prosedur yang seharusnya serta telah disetujui oleh kepala sekolah dan guru yang bersangkutan.

2. Sekolah Chandra Kusuma berkomitmen penuh dalam menjaga kualitas pendidikan dan keselamatan anak didik. Dalam kasus ini guru tersebut terbukti memberikan hukuman yang sudah menjurus kepada perbuatan yang menyakiti baik secara fisik maupun psikis sehingga perlu dilakukan tindakan “penonaktifan” demi kebaikan semua pihak.

3. Dalam proses perekrutan dan penempatan guru, selain kemampuan akademis dan sejarah pendidikan seorang guru, Sekolah Chandra Kusuma juga sangat menitik beratkan kepada “pengalaman mengajar” yang dimiliki oleh guru tersebut. Selama guru bertugas di sekolah ini, kami senantiasa memberikan pelatihan dan pengembangan diri serta pembinaan yang berkesinambungan untuk menunjang performa mengajar di kelas.

Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang sudah bersikap bijak dan bermaksud baik dalam menyingkapi masalah ini. Saat ini kami sedang fokus untuk melakukan pembinaan mental terhadap siswa yang menjadi korban dan juga siswa lainnya yang terganggu dengan pemberitaan simpang siur tentang Sekolah Chandra Kusuma. Pembinaan demi peningkatan kinerja guru juga akan menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

Comments