Posts‎ > ‎

KICKS 3 (Translation)

Bagian ke-2, 11 s.d.14 Oktober 2016

(Click here for English Version)

Laporan Umum

Semua guru dan siswa tiba tepat pada waktunya di Bandara Kuala Namu dan kami telah memulai proses pendaftaran ketika tiba-tiba Ms. Monalisa menyadari bahwa ia lupa membawa paspornya, jadi kami harus menunda proses pendaftaran selama satu jam guna menunggu kakaknya datang membawa paspornya ke bandara. Untungnya, kami telah mempersiapkan diri untuk hal-hal yang tidak terduga seperti ini dan masih dapat melakukan proses pendaftaran 90 menit sebelum pesawat lepas landas. Sangat disayangkan, ketika kami baru memulai proses pendaftaran yang tertunda tadi, pihak bandara malah mengumumkan bahwa jadwal penerbangan kami akan ditunda selama 3 jam.

Singkat cerita, kami tiba di Kuala Lumpur 4 jam lebih lama daripada waktu yang semestinya. Di sana kami bertemu dengan Mr. Klass sekitar pukul 11.00 malam yang langsung membawa kami ke hotel. Pada waktu kami mendaftar di hotel, waktu sudah menunjukkan pukul 12.30 pagi. Penundaan ini tidak menyurutkan semangat para siswa untuk tetap terjaga hingga pukul 02.00 pagi (Yeah, itu adalah waktu ketika saya telah selesai berkeliling untuk memeriksa keadaan siswa dan mereka semua tertidur dengan lelap).

Hari berikutnya, kami seharusnya dijemput dan berangkat ke Sekolah Kingsley pada pukul 08.00 pagi, tetapi sehubung untuk minggu berikutnya ketika Ratu Malaysia datang mengunjungi sekolah mereka. Kami kemudian melanjutkan kegiatan an dengan adanya insiden keterlambatan pada hari sebelumnya, maka kami menundanya hingga pukul 09.30 dan tiba di Sekolah Kingsley pada pukul 09.45. Setibanya di sana, kami disambut dengan pertunjukkan permainan drum menakjubkan oleh siswa-siswa Sekolah Kingsley. Ternyata mereka memanfaatkan kedatangan kami sebagai pemanasan 


yang telah dipersiapkan
, yakni pertandingan sepakbola tahunan yang kami menangkan dengan skor 2-0 (saya berperan sebagai pendukung, bukan sebagai pelatih – hahahahaha), permainan dodge-ball yang diikuti oleh semua peserta, memasak kue dan roti, serta beberapa eksperimen sains yang menghibur oleh Mr. Klass. Secara keseluruhan semua kegiatan di Sekolah Kingsley ini merupakan kegiatan pagi hari yang menarik, diikuti dengan makan siang lezat sebelum kembali ke hotel untuk menyegarkan diri selama 1 jam.

Setelah menyegarkan diri, kami kembali menaiki bus pada pukul 03.00 sore dan melanjutkan perjalanan ke Sunway Pyramids untuk kegiatan berburu harta karun. Siswa-siswa ditempatkan ke dalam kelompok campuran dan menghabiskan waktu selama 90 menit untuk berlari secara berkelompok di dalam plasa untuk mengejar petunjuk yang telah disiapkan oleh Mr. Klaas dan rekannya, Nona Lim. Para siswa harus menyelesaikan 5 buah tugas dan kemudian melapor kembali ke markas di mana guru-guru akan memeriksa hasil pekerjaan mereka serta memberikan lembar tugas lain untuk diselesaikan. Semua kegiatan ini selesai dilakukan pada pukul 05.45 sore. Para siswa kemudian diberikan waktu hingga pukul 07.30 malam untuk berbelanja beberapa suvenir. Semua siswa kembali tepat pada waktunya untuk bertemu kembali di bus pada pukul 07.45 malam. Kali ini tanpa penundaan.

Kami tiba di hotel pada pukul 08.30 malam dan memperbolehkan para siswa untuk pergi ke kondominium tempat tinggal Mr. Klaas untuk mendapatkan beberapa perlengkapan untuk kegiatan pada hari berikutnya – hari di mana kami akan meninggalkan Kuala Lumpur untuk menuju Penginapan dan Villa Adeline untuk kegiatan utama Program KICKS 3 ini. Semua siswa kembali ke hotel pada pukul 09.30 malam dan telah berada di kamar masing-masing pada pukul 10.00 malam. Malam itu adalah malam yang penuh dengan kedamaian.

Keesokan paginya kami meninggalkan hotel pada pukul 07.30 pagi dan telah berada di dalam bus pada pukul 08.00 pagi. Perjalanan ke Gopeng selama kurang lebih 3 jam berlangsung dengan tenang – sebagian besar siswa tertidur untuk menebus kekurangan jam tidur mereka pada malam pertama kami tiba di Kuala Lumpur. Setibanya di Gopeng, kami bertemu dengan pegawai Penginapan Adeline di tempat pemberhentian bus dan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan “truk hutan” untuk mendaki bukit menuju penginapan. Ini adalah saat ketika kegembiraan dimulai dan siswa-siswa mulai menunjukkan ekspresi sukacita – jenis ekspresi yang ditunjukkan ketika kita mengalami sesuatu hal yang baru. Kami tiba, menetap, dan kemudian menikmati menu pertama dari empat menu menakjubkan di Penginapan Adeline yang akan kami nikmati selama kurang lebih 24 jam berikutnya – makanan di sana benar-benar luar biasa.

Pada pukul 02.30 sore kami berkumpul bersama untuk briefing mengenai program pelatihan secara menyeluruh yang akan dipandu oleh kelompok arung jeram. Pada pukul 03.30 sore akhirnya kami siap untuk pergi berarung jeram. Ketinggian air cukup rendah tahun ini, hal ini memberikan kami lebih banyak waktu untuk menikmati pemandangan serta beberapa tantangan menarik, seperti cara melewati beberapa daerah berbatu. Kami juga memiliki banyak kesempatan untuk berhenti dan berenang dan “hampir” semua siswa mengambil kesempatan untuk melompat ke dalam air dari batu besar di sisi sungai. Kami semua berangkat dengan “jeram-lingo” yang baru dan memperoleh beberapa keterampilan penting dalam berarung jeram. Semua orang menyukainya!

Kami kembali ke truk hutan pada pukul 06.00 sore, kemudian dilanjutkan dengan mandi dan makan malam pada pukul 07.30. setelah itu, kami berkumpul sekali lagi untuk kegiatan jalan-jalan santai pada malam hari di bawah langit megah yang diterangi oleh sinar bulan yang menakjubkan. Pada pukul 09.30 malam kami semua kembali ke Penginapan Adeline dan disuguhi pertunjukan manusia pemakan api. Acara itu sangat menakjubkan. Saya berpikir betapa beruntungnya saya dapat memakan begitu banyak daging domba bakar yang lezat, sementara laki-laki ini hanya memakan api – meskipun dia tampak bahagia. Kami semua terlambat tidur malam itu.

Hari berikutnya kami sarapan pada pukul 07.30 pagi dan kemudian melakukan perjalanan selama 30 menit dengan menggunakan “truk hutan” (sekarang truk ini telah menjadi kesayangan para siswa) untuk melihat sebuah air terjun hutan yang indah. Ini adalah sebuah kesempatan yang bagus untuk mengambil beberapa foto dan bisa dipastikan bahwa kesempatan ini tidak disia-siakan. Kami berkeliling sekitar 1 jam sebelum kembali ke Penginapan Adeline untuk berkemas dan meninggalkan penginapan. Kami semua menikmati makan siang terakhir kami di penginapan ini dan pada pukul 12.45 siang, kami mengucapkan selamat tinggal dan menggunakan truk hutan untuk terakhir kalinya dalam perjalanan kami untuk menemui supir pelatih kami.

Pada pukul 04.30 sore kami telah menyelesaikan perjalanan menuju Kuala Lumpur selama kurang lebih 3 jam dan tiba di Sekolah Kingsley untuk mengucapkan terima kasih dan selamat tinggal kepada tuan rumah. Kami tiba di bandara pada pukul 05.00 sore dan melakukan proses pendaftaran tanpa ada penundaan. Pada pukul 06.00 sore kami semua telah melalui proses imigrasi dan harus menunggu selama 90 menit sampai waktu keberangkatan pesawat, jadi kami membagi siswa ke dalam beberapa kelompok besar dan memutuskan untuk bertemu kembali di pintu keberangkatan pada pukul 07.30 malam. Saya berada di pintu keberangkatan pada pukul 07.00 malam untuk menunggu siswa-siswa yang lain. Tidak ada seorang pun yang terlambat!

Pesawat lepas landas 20 menit di luar jadwal – kami tiba di Medan dan langsung menuju bagian imigrasi tanpa ada kerumitan yang berarti. Ketika kami tiba di pintu kedatangan,, kami disambut oleh sejumlah besar orang tua yang datang untuk menjemput anak mereka. Setelah selesai mengabsen siswa, saya mengucapkan selamat tinggal kepada mereka yang pulang dengan orang tuanya, sementara siswa lainnya memilih untuk kembali ke Sekolah Chandra Kusuma dengan menggunakan bus bersama Ms. Monalisa, Ms. Mawar, dan saya sendiri. Ketika kami tiba di Chandra Kusuma, sebagian orang tua siswa yang tersisa telah menunggu dan sebagian lagi datang untuk menjemput beberapa menit setelah kami tiba. Kami semua kembali ke rumah masing-masing pada pukul 09.45 malam.

Saya tiba di rumah dan kemudian menceritakan kembali banyak cerita lucu tentang perjalanan selama 4 hari kami kepada keluarga saya.

Kata Penutup

Satu-satunya kendala yang kami hadapi dalam perjalanan ini adalah sesuatu hal yang benar-benar di luar kendali kami – 3 jam penundaan keberangkatan pesawat. Namun, bahkan hal tersebut pun menjadi pengalaman yang berharga. Saya benar-benar meyakini bahwa kedekatan antara peserta telah terbentuk. Saya sendiri merasa jauh lebih dekat dengan semua siswa yang mengikuti perjalanan ini dan saya hanya bisa membayangkan bagaimana para siswa menanggapi hal ini. Siswa-siswa ini berperilaku baik – saya angkat topi untuk mereka semua. Saya terutama angkat topi kepada orang tua mereka karena telah memberikan mereka kesempatan untuk mengalami kehidupan tanpa orang tua di negara asing – sebuah keterampilan hidup hebat pasti telah dipelajari!

Ya, kami baru saja kembali, dan ya, saya memiliki banyak hal yang akan membuat saya sibuk, tetapi saya akan berbohong jika saya mengatakan bahwa saya tidak menantikan program KICKS 4 bahkan ketika saya dan Mr. Klaas sama sekali belum mulai membuat rencana untuk program ini. Program baru ini dapat dipastikan akan lebih menarik dan berkesan bagi kelompok siswa berikutnya yang akan mengikuti program KICKS 4 pada tahun 2017.

Comments